Mungkin tidak ada yang bisa disalahkan dengan berubahnya nuansa ini. Waktu, jarak, perasaan semua mengalir begitu saja dan aku tak kuasa melawan tenangnya arus itu. Hingga akhirnya terjebaklah di pusaran yang membelenggu. Aku tak bisa menyalahkan mereka yang mencoba dekat dengan kamu. Tapi aku juga tak bisa membenarkan kamu yang terlalu bersikap manis ke mereka. Kenyamanan yang dulu selalu aku rasakan, kini hanya menjadi cerita. Tak ada lagi senyuman, canda dan cinta disetiap denting chat. Kita tak ubahnya seperti teman yang benar benar sekedar teman. Perubahan dan keadaan ini sontak membuat aku terkejut. Susah menerima perubahan yang begitu drastis dalam hitungan detik. Acap kali penat, sepi, sedu menghampirri rasa ini, tapi berulang kali aku selalu menepis dengan sesekali air mata mengiringi. Kecewa? Sudah tentu. Tapi ya tak ada lagi yang bisa berubah. Kini denting chat itu sudah tak sehangat denting chat biasanya.
Senin, 14 Oktober 2013
Kamis, 31 Januari 2013
Melawan Perasaan
Ketika emosi tak dapat lagi ku olah
Ketika emosi tak mampu lagi ku pendam
Ketika emosi tak mampu lagi ku redam
Tak ada yang menemani dalam sepiku
Tak ada yang mampu membuatku tersenyum malu
Tak ada yang mampu mengajak sepi beranjak dari benakku.
Emosi yang mengguncang dan sepi yang menghadang
Sunggu sangat amat susah melawan emosi dan keegoisan hati ini
Sabar sudah penat menjadi batasan
Air mata sudah bosan menjadi pelampiasan
Apa lagi yang harus aku lakukan untuk menahan emosi, mengalahkan keegoisanku dan mengusir sepi dari hatiku?
Semua sudah terasa hambar
Bergumam, bercermin, dan bercerita pada bayangan
Hanya itu yang bisa aku lakukan sekarang
Minggu, 06 Januari 2013
Abu - Abu
Kian hari kasihmu kian terasa pilu
Raga mulai membeku
Diri ini tak kuat lagi menahan pilu
Ada apa dengan dirimu?
Dulu kau tak seperti itu
Dulu kau selalu membuatku terharu
Membuat ku tersenyum malu
Dan memancarkan rona kebahagiaan dihariku
Apa ada yang salah denganku?
Membuat cinta yang dulu membara kini terasa abu - abu
Ketika Saatnya Tiba
Entah
Bibir ini harus bertutur apa lagi
Hati ini harus merasa apa lagi
Dan
Mata ini harus menatap apa lagi
Abu - abu itu kini tengah diambang perubahan dimensi warna
Tak ada gradasi lagi yang ingin diciptakan
Berubah indah menjadi putih
Atau tambah kelam menjadi hitam
Senang, sedih, cemas yang hati ini rasakan kian tak menentu
Entah bagaimana nasib senyuman ini esok
Tetap bahagia karna nya
Atau berubah lengkung menjadi tangis kekecewaan
Apapun yang terjadi esok memang masih menjadi rahasia
Rahasia dia yang memiliki kuasa
Rahasia dia yang menentukan nasib rasa ini
Diombang - ambing ditengah perasaan cemas
Menanti datangnya saat yang menentukan
Saat waktunta tiba tak ada lagi yang dapat kukatakan
Dan tak ada lagi yang dapat kuperbuat
Mencoba menerima semuanya dengan senyuman
Walau sesekali tangis menengok dan memaksa merusak senyumanku
Jumat, 04 Januari 2013
Asa
Mengapa waktu begitu kejam menghalangi asa yang sangat ingin kugenggam?
Asa itu sangat sederhana
Bagaikan malam yang ingin dihiasi oleh lilin kecil untuk memecah sedikit kegelapannya.
Sesulit itukah asa sederhana itu kugapaki?
Mengapa terlalu banyak arang melintang yang menghalangi genggaman ini?
Sabar macam apa lagi yang harus kugoreskan?
Rintik hujan sudah penat menemani rindu ini
Lirih hujan sudah bosan mendengar keluh ini
Pelangi telah lama menanti senyum kebahagiaanku dengan rindu yang telah ku temui
Malam
Entah bagaimana rasa yang hati ini rasakan saat ini
Semua perasaan bertemu dan memadukan rindu yang teramat indah
Tak banyak yang hati dan rindu ini inginkan
Bertemu dengan bulan ditengah keheningan malam
Itulah yang ingin digapai oleh rindu ini
Namun, malam tak kunjung datang
Kebisingan malam selalu menggagalkan datangnya malam sunyi yang begitu sempurna
Barisan kata tak mampu lagi menjabarkan betapa rindunya aku akan bulan dan keheningan malam
Majas dan diksi sudah kupilah sedemikian rupa untuk merayu malam agar cepat menjadi sunyi
Namun, tak semudah itu menaklukan malam
Kebisingan kota menghalangi aku untuk dapat mengheningkan malam
Malam hening yang dapat kutemukan bulan di dalamnya
Malam yang penuh cinta yang kubuat antara aku dan bulan
Dipercantik oleh bulan - bulan
Bintang pun ingin ku buat iri menengok kebersamaanku dengan bulan yang ku cinta
Rindu
Rindu ini kusimpan rapi di lubuk hati
Hanya darah yang sesekali menjumpainya
Tulang rusuk membatasi rndu ini
Agar rindu tak berlenih dan tetap dalam hati ini
Ku kemas rindu ini dengan kotak indah
Kuharapkan kurir cinta mampu menghantarkannya dengan sempurna
Sampai akhirnya daat kau terima dengan tepat
Kubisikan rindu ini pada hujan
Dengan nada lirih, penuh harap serta dengan tutur kata yang lembut
Agar rindu ini dapat memasuki relung hatimu dengan cinta
Kutitipkan rindu ini pada angin yang berhembus
Berharap kau dapat merakan rindu ini
Dimanapun kau merasakan belaian angin
Rindu sudah berguncang sangat hebat
Masih mampu kah rindu ini diolah sehingga menjadi bumbu - bumbu penyedap yang sempurna?Hingga kelak menjadi sesuatu yang penuh rasa
Langganan:
Komentar (Atom)